Nadiku berhenti saat mengingatnya kembali. pertemuan tak direncana yang mengundang sejuta tanya. Matanya sungguh pancarkan aroma ketangguhan, ahh aku ingin lebih mengenal dirinya..
Namun aku tak dapat berbuat banyak untuk menjawab semua pertanyaanku. Hanya harapan yang tertinggal, suatu saat kita akan lebih mengenal.
_________ 4 bulan kemudian ________
Luka dihatiku memang belum kering, setelah menghantam perihnya penghianatan. Namun aku terus berjuang bangkit dan menemukan perakit.
Dalam sepiku, angin pun merayu agar aku mengingat dia yang ku lihat beberapa bulan lalu. Rasa ingin tahu ku tentangnya, menjadi rasa ku ingin lebih dekat dengannya.
Tiba-tiba sosok itu datang, tanpa aku undang secera gamblang.
Aku tak pernah menyangka saat dia mulai menyapa. Bulan pun tak pernah menduga akan kedatangannya. Sekarang bahagia ku telah datang membawa sejuta harapan.
Aku dan dia memang sama suka, dan tersirat dalam sebuah cinta. Akankah aku dan dia akan menjadi kita?
Semua terjawab pada dua-puluh-lima. Dimana terlahir sebuah cinta bernama (k)(i)(t)(a). Lalu aku hanya berdoa di setiap sujudku, berharap kisah ini tak kan berlalu.
Aku memang hal penting nomer satu di hidupmu. Sebelum sibuk datang menggeser posisiku. Hingga ku termangu dalam sendu, menikmati getirnya rindu.
Aku masih bisa bersabar menanti sebuah kabar. Aku masih setia, meski kau lupa caranya menyapa. Namun aku bisa apa, ketika dunia tak lagi memihak kepadaku?
..tak ada lagi pertemuan..
Kini kudapati sinar yang semakin pudar, dan hati yang luruh menjadi samar. Tak ada lagi yang bisa di selamatkan. Sebuah pertemuan yang hancur berantakan.
Secepat inikah drama yang kita mainkan?
Sampai disinikah pena menuliskan cerita?
Katakanlah kita hanya bepergian, sampai suatu saat kita akan saling menemukan.
Namun aku tak dapat berbuat banyak untuk menjawab semua pertanyaanku. Hanya harapan yang tertinggal, suatu saat kita akan lebih mengenal.
_________ 4 bulan kemudian ________
Luka dihatiku memang belum kering, setelah menghantam perihnya penghianatan. Namun aku terus berjuang bangkit dan menemukan perakit.
Dalam sepiku, angin pun merayu agar aku mengingat dia yang ku lihat beberapa bulan lalu. Rasa ingin tahu ku tentangnya, menjadi rasa ku ingin lebih dekat dengannya.
Tiba-tiba sosok itu datang, tanpa aku undang secera gamblang.
Aku tak pernah menyangka saat dia mulai menyapa. Bulan pun tak pernah menduga akan kedatangannya. Sekarang bahagia ku telah datang membawa sejuta harapan.
Aku dan dia memang sama suka, dan tersirat dalam sebuah cinta. Akankah aku dan dia akan menjadi kita?
Semua terjawab pada dua-puluh-lima. Dimana terlahir sebuah cinta bernama (k)(i)(t)(a). Lalu aku hanya berdoa di setiap sujudku, berharap kisah ini tak kan berlalu.
Aku memang hal penting nomer satu di hidupmu. Sebelum sibuk datang menggeser posisiku. Hingga ku termangu dalam sendu, menikmati getirnya rindu.
Aku masih bisa bersabar menanti sebuah kabar. Aku masih setia, meski kau lupa caranya menyapa. Namun aku bisa apa, ketika dunia tak lagi memihak kepadaku?
..tak ada lagi pertemuan..
Kini kudapati sinar yang semakin pudar, dan hati yang luruh menjadi samar. Tak ada lagi yang bisa di selamatkan. Sebuah pertemuan yang hancur berantakan.
Secepat inikah drama yang kita mainkan?
Sampai disinikah pena menuliskan cerita?
Katakanlah kita hanya bepergian, sampai suatu saat kita akan saling menemukan.
0 komentar:
Posting Komentar